Bisnis

USD 55-56 MILIAR, BESARNYA POTENSI BISNIS PERDAGANGAN YANG ADA DI INDONESIA, SEBUAH PERSPEKTIF BISNIS

perdaganganperdagangan

Tidak bisa di pungkiri, saat ini potensi bisnis perdagangan Indonesia bergerak menuju angka yang lumayan tinggi. Dimana untuk jenis perdagangan e-commerce saja hingga tahun 2017 angkanya sudah mencapai USD 8 miliar. Sedangkan prediksi yang diberikan oleh McKinsey angka itu akan meningkat cukup tinggi hingga mencapai USD55-65 miliar pada tahun depan 2020. Artinya bahwa pertumbuhan perdagangan e-commerce  Indonesia bisa meningkat beberapa kali lipat dari total belanja online yang terjadi di tahun 2017 lalu.

Tren peningkatan yang terjadi pada bisnis perdagangan memang menarik untuk di bicarakan. Tidak saja perdagangan yang bersifat konvensional, terlebih perdagangan e-commerce. Ambil contoh untuk kontribusi perdagangan jasa saja untuk tahun 2018 kontribusi nya untuk PDB (Produk Domestik Bruto) sudah mencapai 54%. Angka ini meningkat sekitar 23,5% dari 43,6% (2017) menjadi 54% (2018).

Ketika kita bicara soal perdagangan secara konvensional, memang terdapat beberapa produk yang saat ini bisa menjadi andalan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan potensi perdagangan secara nasional untuk tujuan eksport. Dari sektor industri ada  produk-produk seperti industri tekstil dan produk tekstil, industri alas kaki, industri pengolahan ikan dan rumput laut, industri aneka (mainan anak, alat pendidikan dan olah raga, optik, alat musik), industri farmasi, kosmetik dan obat tradisional, serta industri kreatif (kerajinan, fashion, perhiasan). Sedangkan untuk  produk barang jadinya seperti : Selanjutnya, industri barang jadi karet (ban kendaraan bermotor dan rethreading ban pesawat terbang), industri elektronik dan telematika (multimedia, software), industri furniture kayu dan rotan, serta industri makanan danminuman(turunan CPO, olahan kopi, kakao).

Dengan melihat kondisi diatas, dimana sejumlah produk memang menjadi andalan produk  yang di per-dagangkan oleh Indonesia di luar negeri, maka kita bisa melihat progress penjualannya cukup bagus dari tahun ke tahun. Dari data terkini yang di dapat dari  Kementerian Perindustrian perdagangan luar negeri Indonesia secara global memang untuk sementara masih di dominasi kawasan Asia sekitar 60,93%. Sedangkan selain Asia berturut-turut kawasan di  luar Asia yang mendominasi angka tertinggi untuk perdagangan Indonesia adalah : Amerika Serikat 12,49%, Eropa 11,45%, Australia 11,07% dan terakhir Afrika 3,51%.

Memang untuk mempertahankan angka pertumbuhan yang  terus meningkat dari tahun ke tahun pemerintah terkait perlu melakukan beberapa terobosan. Di samping meningkatkan kualitas produk yang di per-dagangkan, pemerintah juga perlu melakukan aktivitas promosi yang dilakukan secara terus menerus sehingga harapannya produk-produk unggulan yang saat ini sudah menjadi andalan produk perdagangan Indonesia terus menjadi produk yang  bisa diandalkan.

Sementara untuk per-dagangan model e-commerce yang semakin  tahun menunjukkan peningkatan  yang cukup signifikan. Pelaku e-commerce kian hari sudah bisa mengantisipasi ke arah mana pergerakan tren  karakter customer di sektor perdagangan e-commerce.  Dari mulai memberikan stimulus yang berupa variasi promo potongan harga yang menarik, service  unggulan   yang akan makin membuat customer beralih dari belanja konvensional menuju e-commerce hingga bentuk-bentuk aktivitas promosi lain yang akan makin membuat customer merasa di untung kan dengan belanja dengan menggunakan sistem e-commerce.

Baca juga !  5 Tips Sukses Bisnis Sambil Kuliah

 SUDAH SAATNYA APLIKASI CRM MENJADI STRATEGI JITU MENINGKATKAN  ANGKA PENJUALAN

Perlunya pihak produsen dan distributor produk melakukan beberapa terobosan menarik memang ditujukan untuk makin meningkatkan angka penjualan dari produk-produk yang di pasarkan. Tidak hanya perdagangan dengan sistem konvensional tetapi juga e-commerce. Ke semua jenis perdagangan tersebut harus selalu diberlakukan terobosan atau strategi  jitu agar customer tidak jenuh dengan produk yang kita pasarkan.

Untuk perdagangan e-commerce misalnya aktivitas gamifikasi ke depan akan semakin meningkat seiring peningkatan pada sisi Dailly Active Users (DAU). Aktivitas  ini akan berjalan dengan baik jika produsen atau distributor produk tahu seperti apa karakteristik dari customer yang ingin di layani nya. Begitu pula dengan pasar internasional, selain mengaktifkan event-event promo juga perlu adanya maintenance customer yang di lakukan secara terus menerus. Tujuan dari semua aktivitas tersebut adalah mendapatkan updating data customer yang pada akhirnya akan di gunakan untuk men-trigger pasar agar bisa menjadi lebih baik.

Terkait dengan apa yang terjadi di sektor industri perdagangan Handri Kosada, CEO Barantum.com turut memberikan perspektif pandangannya tentang bagaimana meningkatkan kinerja team sales dan marketing dalam meningkatkan omzet perusahaan. Menurut Handri Kosada, perlunya perusahaan mulai mengimplementasikan sebuah sistem yang bernama CRM pada akhirnya akan menjadi satu terobosan penting dalam industri perdagangan.

Ada 2 hal penting lanjut  Handri dengan perusahaan mengimplementasikan sistem CRM. Pertama perusahaan akan bisa lebih mudah melakukan maintenance customer dengan lebih baik. Karena karakter customer bisa dengan mudah terdeteksi dan ter-record dari sejumlah laporan yang terdapat pada sistem CRM. Kedua perusahaan akan bisa membuat strategi-strategi target yang bisa di capai dengan mudah. Karena sistem ini bisa melakukan koordinasi keberadaan team sales yang akan secara day to day di amati kinerjanya dengan cukup baik melalui form-form yang ada pada aplikasi sistem CRM (www.barantum.com )tersebut.

Itulah beberapa hal penting yang mungkin bisa dilakukan oleh perusahaan ketika kondisinya saat ini perusahaan ingin meningkatkan kinerja team sales dalam meningkatkan omzet pemasaran  yang di jalankan nya.

BEBERAPA TRIGGER YANG BISA MENINGKATKAN PENJUALAN DI  PASAR  E-COMMERCE

Terkait dengan perkembangan  yang  terjadi pada perdagangan e-commerce . Beberapa hal menarik  yang  pada akhirnya bisa menjadi trigger khususnya untuk peningkatan perdagangan disektor e-commerce adalah sebagai berikut :

  1. Saat ini berdasarkan data  yang dihasilkan oleh Google & Temasek, ternyata Indonesia merupakan negara mobile –first. Kenapa, hal itu didasarkan pada satu kondisi bahwa sekitar 94% masyarakat Indonesia terhubung atau melakukan akses internet dengan menggunakan perangkat smartphone.
  2. Data terbaru menunjukkan bahwa transaksi penjualan produk pada perdagangan e-commerce, sekitar 75% dihasilkan dari aplikasi mobile. Sehingga memang point pertama dengan kedua terjadi sinkronisasi yang cukup erat.
  3. Pelaku bisnis  terutama UMKM yang sebelumnya memasarkan produknya dengan bantuan platform sosial media. Maka saat ini kondisinya sudah berubah, dimana mereka mulai banyak mengalihkan konsep penjualan dan pemasaran mereka menggunakan platform e-commerce. Dan dampaknya dengan adanya pengubahan ini angka penjualan mereka mulai meningkat.
  4. Metode pembayaran yang menggunakan metode pembayaran digital ( e-wallet) ternyata di tahun 2018 cukup diminati oleh customer. Ini juga menjadi satu pembuktian bahwa memang perubahan tren  belanja yang terjadi beberapa tahun terakhir telah membuka pasar e-commerce semakin terbuka untuk semua jenis produk yang di butuhkan masyarakat . Kondisi itu pun di buktikan dengan mulai meningkatnya angka pembelian produk via e-commerce untuk konsumen yang ada di luar P .Jawa. Ada peningkatan sebesar 6% yang kemungkinan akan semakin meningkat di tahun-tahun berikutnya.
Baca juga !  8 Bisnis Rumahan Modal Kecil 2018 Terbaru Menjanjikan

Dari semua hal yang telah di jelaskan diatas terkait perubahan model  belanja customer Indonesia , wajar jika pada akhirnya berdasarkan performa industri logistic dari World Bank pada tahun 2018 lalu Indonesia posisi Indonesia meningkat ranking nya dari tahun 2016 ( peringkat 63 ) menjadi peringkat ke 46 (2018).

 

 

5/5 (1 Review)
Achmad S. F
the authorAchmad S. F

Tinggalkan Balasan