Properti

Sektor Kawasan Industri, Maju Bersama Bisnis Logistik

propertiproperti

Bicara kawasan industri adalah bisnis jangka panjang, dimana potensinya memang tidak bisa di prediksi dalam jangka waktu yang singkat. Bukan saja karena karakter bisnisnya yang berbeda dari sektor lainnya,  juga  karena perkembangannya kadang di tunjang oleh tren yang terjadi pada saat dan masa tertentu.

 

 Itulah yang  terjadi dalam bisnis di sektor kawasan industri. Beberapa tahun terakhir ini memang kita melihat potensi di sektor bisnis yang satu ini cenderung meningkat dibanding sektoral lainnya. Bukan tanpa sebab, karena seperti yang disampaikan oleh Asosiasi Logistik Indonesia bahwa bisnis logistic di prediksi tahun 2018 akan meningkat sekitar 10%. Hal iu jelas akan berdampak pada bisnis di kawasan industri. Itulah dampak positif dari kondisi yang sedang  tren saat ini yaitu pertunbuhan yang cukup signifikant dari bisnis di sektor perdagangan elektronik atau e-commerce.

 Dalam catatan yang disampaikan Jones Lang Lasalle, dalam Jakarta Property Market Update periode kuartal IV 2017 jelas terlihat bahwa pergerakan dan perkembangan bisnis di kawasan industri memang terbagi menjadi 2 bagian besar. Dimana pengembangan wilayahnya jika kita bicara dalam skup kawasan industri Jabodetabek dan sekitarnya. Maka secara lokasi perkembangannya terbagi menjadi 2 bagian yaitu kawasan industri bagian barat   terdiri dari wilayah seperti Serang, Cilegon City serta Tangerang, Serang Regency. Sementara untuk pengembangan dibagian timur terlihat pengembangan wilayahnya cukup besar dari mulai : Bogor regency, Bekasi Regency, hingga Karawang dan Purwakarta Regency. Dengan melihat kondisi tersebut wajar jika pengembangan wilayah barat sedikit lebih kecil dibanding wilayah timur. Jika pengembangan ke bagian barat dalam catatan Jones Lang Lasalle ( JLL)hanya 28% justru pengembangan ke bagian timur naik cukup tinggi mencapai 66%.

 Menyangkut data statistiknya sendiri yang dihimpun oleh JLL  hingga periode kuartal IV2017  terlihat seperti gambaran berikut. Permintaan untuk modern warehouse cenderung meningkat. Dimana  luasannya mencapai sekitar 1,3sqm sedangkan untuk future supply akan bertambah kurang lebih sekitar 500 ribu sqm hingga periode 2021. Dengan adanya peningkatan dari sisi demant, jelas hal ini akan berdampak positif pada beberapa hal.   Dalam ulasan JLL market yield untuk bisnis di kawasan industri hingga kuartal IV 2017 meningkat sebesar 8,0-8,5% . Begitupula dalam hal harga sewanya, berada pada level Rp60-80 ribu psm pm.  Namun bagusnya adalah, ketika harga sewa ruang di kawasan industrinya sendiri meningkat tanpa di imbangin dengan peningkatan harga lahannya. Itulah kenapa, harga lahan di kawasan industri tetap berada di level stabil. Sekalipun harga sewanya atau rental growthnya  meningkat diangka 5-6% pa.

 Kini bisnis di era digital  memasuki tahun 2018  dipastikan akan terus meningkat. Hal itu menjadi menarik karena potensi yang dikembangkan oleh bisnis e-commerce pun terjadi peningkatan yang cukup tinggi. Seperti yang disampaikan oleh Mohammad Rosihan, Ketua Bidang Edukasi Retail Asosiasi E Commerce Indonesia. Dengan melihat  kondisi yang ada dari mulai tahun 2013 dimana pada saat itu potensi bisnis ini yang dilihat dari sisi transaksinya, bisnis e-commerce masih  berada pada level angka Rp 112 trilliun. Namun seiring berjalannya waktu hingga  tahun 2016 angkanya sudah meningkat sekitar 292,86% menjadi Rp440 trilliun. Itulah kenapa, pemerintah terkait bisnis di sektor ini membuat sebuah road map bisnis  e- commerce dengan membuat prediksi hingga tahun 2020 mencapai angka Rp1.700 trilliun.

 Dengan semakin menariknya bisnis di sektor  e-commerce, maka bisa dipastikan akan terjadi peningkatan yang cukup signifikant di sektor bisnis  kawasan industri. Karena bisnis  e- commerce erat kaitannya dengan masalah logistic barang-barangnya. Sehingga ketika bisnis  e commerce meningkat, maka salah satu sektor yang akan turut merasakan peningkatan itu adalah sektor di bisnis logistic yang tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu pemasok cukup besar di sektor kawasan industri dalam beberapa tahun  terakhir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Achmad S. F
the authorAchmad S. F

Tinggalkan Balasan