Bisnis

Panduan Lengkap Bisnis Sampingan Untuk Karyawan

bisnis sampingan untuk karyawan
Views

1. Pengertian Bisnis Sampingan Untuk Karyawan

Siapa bilang jadi karyawan tidak bisa buka usaha? Bekerja sebagai karyawan memang menghabiskan sebagian besar waktu kita. Bayangkan saja, kita harus bekerja selama 8 jam bahkan lebih dalam satu hari. itupun belum ditambah dengan waktu perjalanan ke kantor. Praktis, yang tersisa hanyalah sedikit waktu, bahkan bagi keluarga sekalipun. Dengan keadaan ini, apakah mungkin kita memikirkan bisnis?

Sebagian besar karyawan pasti memimpikan memiliki usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga. Bukan rahasia lagi kalau kini hampir semua kebutuhan pokok membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari kebutuhan pangan hingga pendidikan. Penghasilan sebagai karyawan tidak selamanya bisa mencukupi.

Melihat kondisi ini, kita bisa membuka bisnis sampingan di luar pekerjaan utama kita sebagai karyawan. Dengan membuka bisnis sampingan, kita bisa memiliki usaha sendiri dan seluruh waktu bisa kita kelola sendiri. Kita pun tidak perlu berada di bawah atasan, hasil kerja keras kita bisa kita nikmati sendiri. Kita bisa mengerjakan sesudah jam kerja di kantor.

Membuka usaha sampingan biasanya merupakan cara yang cukup baik untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan membuka usaha sampingan, pertama-tama kita mungkin harus terlibat penuh di dalamnya. Tapi lama kelamaan, bila usaha itu besar, kita bisa menyerahkan pengelolaannya pada orang lain, sehingga kita bisa punya lebih banyak waktu sementara pemasukan terus berjalan.

Usaha sampingan, apabila kita jalankan dengan sungguh sungguh, bisa memberikan hasil yang sama, bahkan lebih besar dibandingkan penghasilan kita sebagai karyawan. Pada awalnya usaha kita mungkin tidak berjalan lancar dan belum menghasilkan, tapi itu karena usaha kita mungkin belum banyak dikenal orang. Lama-kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha kita, usaha kita pun pasti akan mulai berkembang, sehingga hasil yang kita dapatkan makin besar pula.

Bisnis sampingan adalah bisnis tambahan yang mengiringi bisnis utama. Bisnis sampingan dibangun dengan alasan untuk menambah penghasilan. Bisnis sampingan yang diinginkan oleh sebagian besar orang adalah bisnis yang bisa dikerjakan tanpa mengganggu pekerjaan utama, namun tetap bisa memberikan pendapatan uang.

Dalam memilih bisnis sampingan, tentu saja ada perjuangan-perjuangan yang harus kita lakukan. Kita harus bisa membagi waktu dan pikiran kita untuk pekerjaan kantor dan pekerjaan bisnis sampingan. Jika kita merasa siap, kenapa kita tidak mencoba untuk langsung terjun menjalani bisnis sampingan?

Persiapan-persiapan yang diperlukan jika kita berencana melakukan bisnis sampingan adalah kita harus menyesuaikan jadwal kerja sampingan kita dengan pekerjaan utama sebagai karyawan. Kerja sambil membuka bisnis sampingan memang sedikit melelahkan, tapi apa yang akan kita dapatkan jauh melebihi perjuangan yang kita lakukan. Pada awalnya memang terasa agak berat, tapi setelah beberapa waktu, kita akan terbiasa.

 

2. Cara Memulai Bisnis Sampingan

Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang ingin memiliki sebuah usaha: bagaimana cara memulai usaha? Sebetulnya, cara untuk memulai suatu usaha sangatlah mudah dan tanpa biaya sedikitpun. Syaratnya hanya satu, mulailah dengan memiliki sebuah impian. Karena dengan bermimpi, kita dapat menciptakan ide bisnis yang luar biasa, hingga akhirnya ide bisnis tersebut diolah menjadi sebuah bisnis sampingan baru yang menguntungkan.

Dengan bermodalkan ide bisnis, berikut hal hal yang harus diperhatikan dan dianalisa terlebih dahulu apabila ingin memulai bisnis sampingan untuk karyawan.

1. Riset informasi bidang usaha

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencoba mencari informasi tentang bidang usaha yang akan kita tekuni. Kita bisa memulai bisnis sampingan kapan saja. Ketika ide mengembangkan usaha mampir di benak kita, segera wujudkan. Mencari ide memang tidak gampang, itu sebabnya kita perlu memperluas wawasan dan menggali lebih banyak informasi. Caranya bisa lewat buku-buku mengenai usaha dan artikel di media massa yang bisa menjadi rujukan. Seminar tentang wirausaha pun bisa kita datangi. Internet juga bisa jadi pintu untuk kita menjelajah dan mendapatkan informasi dari seluruh dunia.

Baca juga !  Cara Mendapatkan Uang dari Facebook Hingga Jutaan

Terakhir, lakukan observasi atau wawancara dengan pelaku usaha yang kita kenal. Mereka bisa memberi masukan berharga seputar dunia usaha sehingga kita akan dapat mempersiapkan diri dalam menghadapinya. Amati pengusaha yang telah sukses dalam bidang yang sama dengan kita. Bila usaha kita tergolong baru, amatilah strategi manajemen yang mereka gunakan. Hal penting lainnya yaitu perdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan agar produk kita jadi lebih inovatif.

2. Perencanaan keuangan dan permodalan

Banyak usaha yang bangkrut karena kehabisan uang tunai. Karena itu, penting sekali bagi kita untuk memperhitungkan jumlah modal awal yang sebaiknya kita miliki untuk bisa menjalankan usaha kita. Alangkah baiknya apabila modal tersebut bisa cukup untuk membayar pengeluaran perusahaan selama dua belas bulan ke depan. Selain modal awal, kita juga harus membuat perkiraan arus kas selama dua belas bulan ke depan. Dengan demikian, dalam setahun ke depan, usaha kita diharapkan tidak akan bangkrut hanya gara-gara kehabisan uang tunai. Untuk itulah, kita harus mempersiapkan modal.

Modal merupakan unsur yang sangat penting dalam membuka usaha. Namun, jika kita tidak mempunyai tabungan yang cukup untuk membuka usaha, tidak ada salahnya mencoba meminjam modal dari lembaga perbankan yang bisa memberikan kredit ringan. Atau bisa juga meminjam dana dari perorangan atau lembaga tertentu. Carilah bunga pinjaman yang tidak memberatkan dan masih bisa dibayar dengan lama dari usaha kita nantinya.

Bila kita meminjam modal usaha dari orang tua atau teman, mungkin yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan. Tetapi kalau anda meminjam dari sebuah lembaga seperti bank, koperasi, atau kantor maka dibutuhkan proposal usaha yang berisi detail usaha apa yang akan kita buka nantinya. Mulailah menganalisa kebutuhan modal untuk SDM, teknologi, keuangan, masalah pajak dan hukum, serta iklan dan pemasaran dalam usaha kita nantinya.

Alternatif berikutnya adalah bekerjasama dengan orang lain. Tentunya orang itu adalah seseorang yang bisa kita percaya. Walaupun begitu, tetap harus ada perjanjian tertulis untuk kerjasama tersebut agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Bila setelah semua usaha tersebut dilakukan tetapi modal kita masih belum cukup, cobalah untuk mengurangi berbagai pengeluaran yang masih bisa ditekan. Contohnya dengan membuka usaha di rumah daripada harus sewa kantor. Kita harus cukup pintar dalam mempergunakan uang kita guna kepentingan usaha.

Besar kecilnya modal yang harus dikeluarkan bergantung pada jenis usaha apa yang akan kita jalankan. Bagaimana cara menghitung modal untuk menjalankan sebuah usaha? Prinsipnya, menghitung jumlah modal yang kita butuhkan untuk memulai sebuah usaha tidaklah rumit. Setidaknya, ada tiga jenis modal yang harus kita keluarkan, yaitu modal atau investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.

A. Modal awal atau Investasi awal

Modal awal atau investasi awal adalah modal yang harus kita keluarkan di awal kita memulai usaha. Modal ini biasanya dipakai untuk jangka panjang. Yang termasuk dalam modal awal adalah bangunan, peralatan seperti komputer, dan kendaraan. Perlengkapan kantor ataupun barang barang lain yang dapat digunakan untuk jangka panjang juga termasuk modal awal. Jika usaha kita adalah toko, maka investasi awal yang harus kita siapkan adalah rak display, meja, atau bahkan meja kasir. Biasanya modal awal ini nilainya cukup besar, namun modal ini dapat digunakan untuk jangka panjang. Yang harus kita ketahui adalah investasi awal akan mengalami penyusutan dari tahun ke tahun, bahkan kadang dalam hitungan bulan.

Baca juga !  9 Majalah Bisnis Terbaik Untuk Referensi Bisnis 2018

B. Modal kerja

Modal kerja merupakan modal yang harus dikeluarkan untuk membeli atau membuat barang yang akan kita buat atau kita jual. Modal kerja ini dapat dikeluarkan setiap bulan ataupun setiap kali ada order. Misalkan, jika kita berencana menjalankan usaha restoran, maka modal kerja yang harus kita keluarkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Prinsipnya, tanpa adanya modal kerja, kita tidak dapat menyelesaikan order atau kita tidak akan membeli barang dagangan. Jika itu terjadi, maka kita tidak akan bisa mendapatkan pembeli karena barang dagangan kita tidak ada. Untuk itulah modal kerja menjadi penting.

C. Modal Operasional

Modal ini merupakan modal yang harus kita keluarkan untuk biaya operasional bulanan dari usaha yang akan kita jalankan, misalnya untuk membayar gaji pegawai, membayar biaya telpon, membayar biaya listrik, biaya air, atau bahkan retribusi. Pada dasarnya, modal operasional merupakan uang yang harus kita keluarkan untuk membayar tagihan biaya di luar bisnis kita secara langsung. Modal operasional ini biasanya dibayar bulanan.

Persiapan modal usaha yang tak kalah penting adalah melakukan penghematan modal yang dimiliki dan mengurangi pengeluaran yang tidak penting.

3. Penguasaan Masalah Teknis

Dalam membuka suatu usaha, kita tidak bisa hanya memikirkan segi pemodalan dan pemasaran saja. Semua hal yang menyangkut urusan teknis juga harus ikut dipikirkan matang-matang. Sekarang, bagaimana bila kita tidak menguasainya? Ada berbagai macam buku yang membahas mengenai hal tersebut tanpa adanya istilah istilah teknis yang membuat pusing. Atau kalau perlu, kita juga bisa mencari informasi pada orang yang menguasainya.

Yang dimaksud dengan hal-hal teknis misalnya adalah soal perijinan atau urusan tetek bengek hukum lainnya. Suatu usaha juga perlu pengelolaan keuangan, jadi mau tidak mau kita tetap membutuhkan pembukuan yang teratur, serta melakukan pemisahan keuangan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Begitu juga dengan pengelolaan SDM atau karyawan. Kita harus bisa menghitung berapa banyak karyawan yang kita butuhkan, serta hak dan kewajiban karyawan sesuai UU ketenagakerjaan.

Persoalan teknis lainnya adalah bagaimana memasarkan produk dan jasa kita, bagaimana strategi promosi, segmen pasar apa yang dituju, anggaran yang harus disediakan, serta bagaimana menghadapi persaingan dan mengevaluasi pemasaran kita.

Terakhir adalah teknologi, Mungkin untuk suatu usaha yang kecil, teknologi belum terlalu diperlukan. Tapi kita perlu memikirkan jangka panjangnya saat usaha kian maju dan berkembang. Teknologi tentu akan menghemat tenaga dan waktu, sehingga pada akhirnya dapat menekan biaya usaha.

4. Kenalilah kemampuan dan potensi diri kita

Sebuah usaha akan mencapai kesuksesan apabila usaha tersebut dijalankan sesuai kemampuan diri. Untuk itu, pertimbangkanlah dengan matang bidang usaha mana yang kiranya tepat dengan kemampuan dalam diri kita. Jangan sekali kali memilih bidang usaha yang sama sekali tidak kita kuasai karena akan membuat usaha kita berantakan dan uang kita akan terbuang percuma.

5. Pilih bidang usaha yang cocok

Tentukan lebih dulu bisnis sampingan apa yang ingin kita jalankan. Apakah kita ingin menjalankan usaha rumah makan kecil? apakah kita ingin membuka usaha jual beli pulsa? les privat? atau bisnis bisnis lainnya? Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:

Bidang usaha yang masih jarang atau belum ada yang memulai. Beberapa dari kita mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan.

Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan. Bisa juga kita memulai bidang usaha yang sudah banyak dilakukan. Namun tetap saja, banyak pihak yang merasa ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan orang lain.

5/5 (2 Reviews)

Tinggalkan Balasan