Pajak Penjualan Rumah Dan Biaya Dalam Transaksi Jual Beli Rumah

MENGENAL PAJAK PENJUALAN RUMAH

Dalam transaksi jual-beli rumah, terdapat pajak penjualan rumah yang menjadi komponen biaya. Apa itu pajak penjualan rumah dan biaya apa saja yang muncul dari transaksi jual-beli rumah?

Pajak Penjualan Rumah Dan Biaya Dalam Transaksi Jual Beli Rumah

Baca penjelasannya di bawah ini.

Biaya dan Pajak yang Ditanggung oleh Penjual

Jika Anda menjual rumah yang bukan merupakan warisan, setidaknya ada empat biaya yang harus Anda tanggung. Keempat biaya tersebut adalah:

1. Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan (PPh) menjadi tanggung jawab penjual sebagai peserta uang hasil transaksi. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2016 ihwal Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, besar PPh yang dikenakan untuk penjualan rumah yakni 2,5%.

Artinya, jikalau rumah mempunyai harga jual senilai Rp500 juta, PPh yang harus dibayarkan yakni 2,5% dari angka tersebut atau sekitar Rp12,5 juta. Pembayaran PPh harus dilakukan sebelum Akta Jual Beli diterbitkan sesuai dengan harga rumah yang disepakati penjual dan pembeli.

2. Biaya Notaris

Ketika melaksanakan transaksi penjualan rumah, Anda tentu memerlukan jasa notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berdomisili di wilayah rumah yang dijual. Pada umumnya, notaris/ppat sudah mempunyai biaya baku yang ditetapkan pemerintah.

Walaupun biaya notaris yakni tanggung jawab penjual, Anda sanggup melaksanakan perundingan untuk pembagian tanggung jawab dengan pembeli jikalau mereka bersedia.

Pembagian tanggung jawab biaya notaris sanggup mengurangi beban biaya manajemen yang harus Anda bayarkan.

3. Pajak Bumi Bangunan

Jenis pajak penjualan rumah lainnya yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak ini biasanya dibayar dalam masa satu tahun. Sebagai penjual rumah, sudah menjadi kewajiban Anda untuk melunasi PBB sebelum rumah dialihkan ke pembeli.

Besaran PBB yakni 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) dikalikan NJOP sebagai dasar pengenaan pajak. NJKP yang ditetapkan pemerintah yakni 40% untuk rumah dengan harga di atas Rp1 miliar, dan 20% jikalau harga rumah di bawah Rp1 miliar.

Biaya dan Pajak yang Ditanggung oleh Pembeli

Pembeli biasanya sudah mempunyai anggaran sebelum menetapkan membeli sebuah rumah. Berikut yakni biaya dan pajak penjualan rumah yang harus ditanggung pembeli.

1. Biaya Cek Sertifikat

Biaya cek akta kisarannya mencapai Rp100.000. Cek akta penting untuk mengetahui legalitas akta rumah yang akan dibeli. Hal ini harus dilakukan demi menghindari membeli tanah/bangunan yang bermasalah.

2. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

BPHTB yakni pajak penjualan rumah yang ditanggung oleh pembeli. Biaya ini hampir seakan-akan dengan PPh bagi penjual.

Tarifnya mencapai 5% dari harga jual rumah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jumlah NPOPTKP sendiri sudah ditentukan oleh masing-masing pemerintah tempat tempat rumah berdiri.

3. Biaya Pembuatan Akta Jual Beli

Biaya Akta Jual Beli yakni 1% dari nilai transaksi jual beli rumah. Biaya pembuatan AJB ini ditanggung oleh pembeli kecuali ada janji lebih lanjut dengan pihak penjual.

Tidak jarang, PPAT yang bertanggung jawab meminta biaya lebih dari 1%, tetapi jumlah tersebut masih sanggup dinegosiasi terutama jikalau rumah mempunyai harga yang tidak mengecewakan tinggi.

4. Biaya Balik Nama Sertifikat

Biaya Balik Nama akta biasanya mencapai 2% dari nilai transaksi atau sesuai dengan peraturan pemerintah tempat yang berlaku. Pembeli biasanya harus melaksanakan proses balik nama tersebut sendiri kecuali rumah dibeli eksklusif dari developer.

5. PPN

Jika Anda melaksanakan pembelian rumah yang dijual oleh developer atau tubuh yang merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka sebagai pembeli Anda berkewajiban membayar PPN dengan tarif 10% dari harga tanah. Tapi, jikalau penjual rumah bukan PKP, misalnya dikala Anda membeli rumah second, maka pembeli harus menyetorkan sendiri PPN nya ke kas negara. sumber: .online-pajak.com

Leave a Comment