Bisnis

KUCURAN DANA RP6,4 TRILIUN, INDONESIA TAWARKAN 4 POTENSI BALI BARU TAHUN 2020

BisnisBisnis

Jika selama ini orang asing atau turis mancanegara hanya mengenal Bali sebagai surga wisatanya Indonesia.  Maka di  tahun 2020, akan hadir 4 potensi Bali baru yang tersebar di 4 lokasi favorite wisata di Indonesia.

 

Dari sejak dahulu, memang Bali menjadi andalan pariwisata  Indonesia. Bukan saja karena Bali laksana surga yang ada di  bumi, tetapi Bali adalah sebuah perjalanan wisata yang tidak akan pernah habis. Jika Jogja punya istilah : Jogja Never Ending Asia, maka Bali pun ada BALI TRAVEL LEGEND ON THE MOTHERLAND.

Wajar jika pada akhirnya dengan filosofi Bali sebagai legenda wisata di Bumi Pertiwi. Pada akhirnya pemerintah berani menargetkan pendapatan devisa dari pariwisata Bali cukup besar yaitu 40% dari pendapatan devisa nasional yang sebesar US$ 20 miliar. Sehingga tahun 2019 ini Bali di targetkan mampu memberikan devisa sebesar US$ 8 miliar.

Tetapi di tahun 2020 nanti, Kementrian  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibawah komando baru Wishnutama mungkin tidak akan mendapatkan kucuran anggaran yang sebesar tahun 2019. Tetapi bukan juga sedikit dengan anggaran Rp6,4triliun di harapkan menteri yang baru bisa memaksimalkan 4 potensi Bali baru yang akan mulai di gencarkan promosinya. Ke-4 potensi Bali baru itu adalah : Danau  Toba di Sumatera Utara, Labuan Bajo di NTT, Candi Borobudur di Jogja-Jawa Tengah dan Mandalika di NTB.

Besarnya  target pemasukan devisa dari sektor pariwisata memang  bukan tanpa alasan. Hingga memasuki tahun 2019, potensi bisnis pariwisata Indonesia menunjukan tren peningkatan.  Dari tahun 2017 angkanya sudah mencapai US$13,5 milir.  Terus meningkat menjadi US$ 17 miliar di tahun 2018. Sehingga dalam 3 tahun (2017-2019) ada kenaikan sebesar cukup tinggi 48,15%.

Tren peningkatan  yang terjadi dalam bisnis pariwisata Indonesia, memang  bukan tanpa alasan. Mengingat hingga saat ini sudah begitu banyak prestasi   yang di peroleh Indonesia.  Dari mulai masuknya Indonesia sebagai salah satu dari 10 negara yang memiliki keindahan alamnya di dunia. Sektor pariwisata Indonesia  yang masuk dalam daftar ke-9 memiliki pertumbuhan tertinggi versi The World Travel & Tourism Council (WTTC). Serta sederet prestasi lainnya. Hingga wajar jika target kunjungan wisata ke Indonesia tahun 2019 di targetkan mencapai 20 juta orang.

Bagusnya iklim makro wisata Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya. Pada akhirnya tidak akan berjalan maksimal, jika pelaku bisnisnya  terutama bisnis tour and travel yang ada di Bali belum memaksimalkan potensi dirinya untuk bisa lebih maju dan berkembang.  Hal itu menjadi “PR” tersendiri  tidak saja pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah serta instansi terkait agar mampu memberikan supportingnya bagi pelaku bisnis di Bali.

Baca juga !  Peluang Bisnis Tanpa Modal? Ada

Karena memahami apa yang saat ini dialami oleh pelaku bisnis tour and travel yang ada di Indonesia. Terutama ketika Era  Industri 4.0 sudah mesti menjadi perhatian semua pelaku bisnis. Maka ada beberapa hal yang masih menjadi kendala. Terkait masalah internal adalah : bahwa konsumen membutuhkan informasi yang secara detail. Saat ini belum maksimalnya media yang di miliki perusahaan terkait fitur pencarian yang ampuh di website internal perusahaan travel. Hingga masalah  kurang update-nya sistem reservasi.

Itu baru dari sisi internal, sedang untuk masalah eksternalnya menyangkut beberapa hal seperti : (1) Penerapan sistem Borderless (sehingga konsumen bisa membeli tiket dari mana pun). (2) Maraknya online travel agent besar yang kebanyakan di danai oleh pemodal besar. Jika kondisi ini dibiarkan maka akan memperngaruhi kinerja kantor agent kecil dan menengah.

Dengan demikian, bisa di simpulkan bahwa permasalahan yang saat ini masih menjadi kendala bagi pelaku bisnis tour and travel adalah menyangkut beberapa hal : sarana dan prasarana, sumber daya manusia, komunitas dan publikasi, kebijakan dan peraturan pemerintah, teknologi informasi, kesiapan masyarakat secara total dan investasi.

 

BISNIS TOUR & TRAVEL, OPTIMALKAN CUSTOMER DENGAN APLIKASI CRM

Dalam sebuah bisnis, apapun konsep dan  jenis bisnisnya. Konsep pelayanan  yang bersifat customer oriented pada akhirnya menjadi salah satu cara untuk bisa meningkatkan apresiasi customer menjadi loyal customer. Pada akhirnya jika hal ini di jalankan, bisa di pastikan kinerja perusahaan akan selalu meningkat.

Hal ini menjadi begitu penting, mengingat customer menjadi salah satu aset penting bagi sebuah perusahaan agar bisa memberikan pelayanan paripurna. Terlebih untuk sebuah bisnis yang mengutamakan pelayanan seperti  bisnis tour and travel. Maka masalah service to customer menjadi kunci utama  untuk meningkatkan omzet perusahaan.

Sekilas hal itu terasa mudah, namun dalam praktiknya hal itu kadang tidak selalu mudah  untuk dilakukan. Beruntung saat ini pada masa Era Industri 4.0 ada satu sistem yang bernama CRM (customer relationship management). Kemampuan dan keunggulan CRM dalam men-support pelaku bisnis sudah terbukti mampu meningkatkan potensi omzet perusahaan meningkat dibanding  perusahaan menggunakan hal-hal yang bersifat tradisional.

“ Strategi untuk menuju loyal customer, memang pada akhirnya menjadi dasar sebuah sistem CRM pada akhirnya mampu menjadi alat bagi ,” kata Handri Kosada, CEO Barantum. Dimana alat itu karena basicnya adalah perangkat teknologi informasi, maka sistem ini secara update bisa menjadi sarana reporting  yang utama untuk manajemen perusahaan.

Hal itu seperti  yang disampaikan oleh Dessy , Head of Corporate sales Golden Rama Tour & Travel, “ So far aplikasi ini bisa membantu kami terutama divisi Corporate Travel Management untuk bisa bekerja lebih maksimal dan terarah sesuai dengan target yang diharapkan perusahaan. Karena bisnis tour and travel adalah bisnis service dan kepercayaan, maka dengan adanya aplikasi CRM  ( www.barantum.com) yang terintegrasi dengan call center, ada 2 hal yang bisa di dapat oleh perusahaan.  Pertama bisa me-maintenance staff divisi Corporate Travel Management agar bisa bekerja lebih maksimal, kedua bisa mengelola semua data dan informasi dari klien/customer  yang dimiliki, sehingga klien /customer bisa di tingkatkan dari customer biasa menjadi loyal customer karena perusahaan mampu men-service apa saja yang menjadi keinginan dan harapan dari klien/customer tersebut.

Baca juga !  Bisnis Rumahan Yang Dapat Dijalankan Oleh PNS

BISNIS TOUR & TRAVEL  PERLU APLIKASIKAN SISTEM CRM & CALL CENTER

Perusahaan yang fokus dalam bisnis tour and travel, memang kuncinya ada pada customer dan service. Yang dari kedua hal inilah, jika perusahaan berhasil memberikan hasil yang maksimal, sudah pasti kinerja perusahaan akan bisa terus meningkat.

Realisasi dari permasalahan yang di hadapi oleh pebisnis tour and travel. Baik dari masalah internal dan eksternal pada umumnya. Maka CRM bisa menjadi salah satu alternatif solusi yang baik untuk di jalankan.  Ambil contoh misalnya, Sistem CRM yang terintegrasi dengan Call Center. Ini adalah cara paling mudah  untuk pebisnis travel memaksimalkan dan mengoptimalkan beragam karakter customer yang di miliki-nya.

Karena dengan semakin majunya perusahaan sudah barang tentu, perusahaan akan menghadapi beragam karakter customer. Dimana beragam karakter customer tersebut bisa di kelola dengan baik. Dari mulai keinginan, kebutuhan dan harapan customer tersebut terhadap perusahaan. Sehingga ketika perusahaan sudah mengantongi beragam keinginan dan kebutuhan dari beragam customer, maka perusahaan dengan mudah mebuat program-program yang menarik sesuai apa yang klien inginkan.

Dimana untuk melakukan semua hal  yang telah di jelaskan diatas, perusahaan tour & travel bisa menggunakan aplikasi call center. Sebuah aplikasi yang lebih efektif dan murah dibanding sistem telekomunikasi berbasis Telekom. Karena sistem call center memiliki beberapa keunggulan yang tidak di miliki oleh sistem telekomunikasi berbasis Telkom. Salah satunya adalah bahwa tariff yang diberikan aplikasi call center bersifat flat. Berbeda dengan apa yang di berikan oleh Telkom berbeda jika telephone dilakukan dalam jaringan local ataupun interlokal.

 

 

 

5/5 (1 Review)
Achmad S. F
the authorAchmad S. F

Tinggalkan Balasan