Properti

5 SEKTOR BISNIS BERBASIS TEKNOLOGI, MERUBAH PETA BISNIS PERKANTORAN

propertiproperti

Berkaca dari kondisi pengguna internet di Indonesia. Wajar memang  jika pada akhirnya peta perkembangan dan pergerakan bisnis perkantoran di Jakarta dan sekitarnya masih bertumpu pada beberapa bisnis yang basic utamanya adalah teknologi. Itulah kondisi terkini pasar perkantoran yang ada di Kuartal Pertama 2019 hasil analisa Jones Lang Lasalle IP.

Ada 3 gedung perkantoran baru yang masuk ke pasar pada Q1-2019. Mereka adalah Millenium Centennial Center – Sudirman ( sekitar 93,500 sqm), Sequis Tower – SCBD ( sekitar 74,900sqm) dan Pakuwon Tower- Casablanca ( sekitar 80,300 sqm). Dengan masuknya ke-3 gedung perkantoran tersebut maka secara langsung menaikan pasokan gedung perkantoran yang ada di Jakarta dan sekitarnya menjadi 565,000sqm.

Melihat besarnya jumlah pasokan ruang perkantoran yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Memang pada akhirnya menjadi satu hal yang mudah bagi para pebisnis yang saat ini sedang mencari dan membutuhkan ruang perkantoran untuk mendukung operasional bisnisnya.

Namun sayang,  dari beberapa sektor bisnis yang di  harapkan bisa mengisi ruang kantor yang kosong dari beberapa gedung perkantoran. Justru hanya 5 sektor bisnis yang potensinya paling besar mengisi ruang kosong  gedung perkantoran di Q1-2019. Jika melihat komposisinya memang terlihat jenis bisnis yang berbasis teknologi hampir menguasai pasar gedung perkantoran yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Untuk bisnis non teknologi ( 55% menguasai ruang perkantoran ) sedang bisnis berbasis teknologi ( 45% menguasai ruang perkantoran di Jakarta dan sekitarnya).

Dimana dari data yang di sajikan oleh Jones Lang Lassale, dari total 45% tersebut berasal dari 5 jenis bisnis yang  basicnya adalah teknologi. Dari mulai Online Marketplace, Co- Working Space, Fintech, Online Gaming dan Travel Booking. Hal itu memang sesuai dengan data analisa yang menjelaskan pengguna internet yang ada di Indonesia hingga  tahun 2017.

Dari data yang ada pengguna internet sekitar 4,24% ( usia >54 tahun), 29,55% ( usia 35-54 tahun), 49,52% ( usia 19-34 tahun) dan 16,68%  ( usia 13-18 tahun). Dari komposisi  ini kita bisa melihat bahwa generasi millennial yang jumlahnya sekitar 90 juta per tahun 2018 memang mendominasi penggunaan internet di Indonesia.

Sehingga tidak salah jika pada akhirnya saat ini klien atau tenan yang menggunakan ruang perkantoran lebih banyak di dominasi oleh perusahaan bisnis yang berbasis  teknologi dan internet. Karena dari data diatas, kita bisa melihat sekiitar 49,52% pengguna internet adalah generasi millienal dengan range usia 19-34 tahun.

Dari jumlah tersebut pada akhirnya kita bisa membuat satu kesimpulan. Bahwa dengan jumlah pengguna internet sebesar 54,68% artinya adalah dari 143,26 juta jiwa penduduk Indonesia sekitar 262 juta jiwanya adalah pengguna internet.

Dengan melihat kondisi diatas, memang sudah saatnya bagi mereka yang saat ini menjadi PIC atau building manajemen dari beberapa gedung perkantoran mencoba melakukan terobosan atau strategi marketing yang berbeda dibanding apa yang selama ini telah di  jalankan. Mengingat saat ini tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama dalam memasarkan ruang perkantoran seperti pada masa lalu. Karena potensial klien yang mungkin bisa di tarik masuk  ke gedung perkantoran mereka bukan lagi pebisnis masa lalu, tapi lebih kepada pebisnis baru yang masuk dalam katagori generasi millennial. Atau pebisnis lama yang ingin mencoba masuk dalam bisnis yang di minati oleh para generasi millennial.

Baca juga !  Desain Rumah Minimalis Modern 2 Lantai

Dengan melihat kondisi yang terjadi di Q1-2019 maka kita bisa membuat satu kesimpulan terkait kondisi pasar properti gedung perkantoran yang ada di Jakarta dan sekitarnya.  Untuk lokasi CBD :Net Absorption ( 97,500 sqm), New Supply ( 248,000 sqm), CBD Occupancy sekitar 76% dengan Grade A Rents berada dikisaran angka -1,1% q-o-q. Sementara kondisi untuk existing stock gedung perkantorannya sendiri saat ini berada di angka 6,4M sqm, dengan future supplynya berada diangka 0,87M sqm dan current Grade A Rent berada diangka IDR277,326 psm pm.

Sedangkan untuk kondisi di luar CBD  ( Non CBD ) kondisinya adalah : Net Absorption ( 39,000sqm), New Supply ( 28,900 sqm), Non CBD Occupancy sekitar 78% dengan  kondisi TB Simatupang  Rents berada di kisaran -0,4% q-o-q. Sementara untuk Existing Stocknya di lokasi Non CBD sekitar 2,8M sqm, dengan Future Supplynya 0,5M sqm dan Current Rent berada di angka IDR115,442 psm pm.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0/5 (0 Reviews)
Achmad S. F
the authorAchmad S. F

Tinggalkan Balasan